Postingan

Gara-gara lupa akhirnya jadi merana

Manusia itu tempatnya salah dan lupa, termasuk juga dengan saya karena saya itu manusia. Ada beberapa kejadian tidak enak yang harus saya alami dari efek lupa tersebut. Bikin diri sendiri jadi gemas dan berucap dalam hati selvi, mikirin apa aja sih sampai bisa lupa? Yang lebih mengejutkannya lagi, rasa lupa itu selalu berhubungan sama yang namanya air. Mau tahu ceritanya? Kejadian pertama, ceritanya saya bersama pak suami dan azlan mau pergi jalan-jalan naik motor bertigaan. Pintu rumah pun dikunci, dan kami bertiga segera melaju ke tempat tujuan. Tapi di tengah perjalanan saya merasakan sesuatu tidak enak, dan langsung kepikiran sama air keran di kamar mandi. Terus bertanya di dalam hati air keran sudah dimatikan atau belum ya?  Soalnya sebelum pergi, saya memang ke kamar mandi dulu dan seingat saya, kondisi keran saya hidupkan. Posisi keran yang menggunakan selang sebagai aliran, terkadang sering membuat saya lupa untuk kembali mematikannya. Langsung pikiran saya jadi ti...

Obrolan singkat di malam hari

Badanku lelah dan hari sudah malam, tapi aku tidak bisa istirahat. Ajak obrol iger ah. Ucap epon dalam hati Epon pun mulai menyapa iger yang sedang asyik memutar-mutar badannya. "Iger, kamu lagi apa?" Teriak epon dan membuat iger menghentikan aktivitasnya "Lagi santai aja nih. Kenapa epon?" "Aku capek sekali ger, aku lelah rasanya." "Loh, bukannya kamu baru abis jalan-jalan sama tuan? Kenapa bukannya senang tapi kok malah capek?" "Entahlah ger, sepertinya aku iri padamu. Kamu banyak istirahatnya, sedangkan aku susah sekali diberikan istirahat oleh tuan." Ucap epon kepada iger "Epon, apa yang kamu iri dari aku? Justru aku kepengen seperti dirimu. Yang selalu diajak pergi oleh tuan, selalu berada di dekatnya dan menjadi prioritas utamanya. Bahkan terkadang dari beliau membuka mata sampai memejamkan mata, kamu selalu berada di dekatnya." "Itulah yang aku bingung ger, kenapa tuan tidak pernah ...

Pengalaman menjadi panitia acara seminar

Gambar
Sungguh, jauh dari lubuk hati yang terdalam sebenarnya tidak ada rasa ingin mengutang tulisan. Namun apa daya, karena ada kegiatan yang harus dilakukan, mau tidak mau setoran tulisan jadi terlupakan. Tetapi alhamdulillah, acara yang dipersiapkan berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu hambatan. Saat ini, saya juga seorang member dari institut ibu profesional atau yang dikenal dengan iip. Namun kota yang saat ini saya tinggali, yaitu kota palembang tercinta, belum memiliki komunitas ibu profesional di kota ini. Saya bersama teman-teman yang berada di palembang pun merencanakan untuk membuat acara seminar sebagai tanda perkenalan komunitas ibu profesional untuk area palembang. Acara itu mengundang Ibu Septi Peni Wulandani selaku founder institut ibu profesional sebagi narasumber dan hari ini, minggu 25 februari 2018 acara tersebut dilakukan. Diamanahkan menjadi seorang master of ceremony dalam acara ini membuat jantung saya berdetak tidak karuan rasanya. Bagaimana tidak? Aca...

Sebuah cerita tentang odop

Gambar
Buat artikel tentang odop (one day one post) ? Siapa takut Keren..satu kata saat saya berhasil ikut bergabung ke dalam komunitas odop. Bagaimana tidak? Ternyata bukan hanya sebuah komunitas biasa, melainkan komunitas yang memang di dalamnya terdapat orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Terutama dalam bidang tulis menulis. Odop atau one day one post adalah sebuah komunitas yang diprakarsai oleh orang-orang yang suka akan dunia menulis. Tidak ingin bergerak sendirian, merekapun mengajak orang-orang yang memiliki daya tarik sama dengan hal tersebut tanpa adanya paksaan. Sebab, saat sesuatu yang dilakukan dengan paksa, hasilnya tidak akan seindah jika dilakukan dengan penuh cinta. Memasuki komunitas odop ini, ternyata saya tidak hanya diminta untuk menulis setiap hari, yang merupakan tugas wajib untuk seluruh anggota. Melainkan, seluruh anggota pun diberikan dan dibagikan ilmu secara gratis tanpa adanya bayaran. Ilmu yang sangat sayang untuk dilewatkan karena ternyata, banya...

Kawan, ternyata hutang itu berat ya?

Apapun hutangmu maka berusalah untuk membayarnya. Persis dengan apa yang sedang saya lakukan saat ini, karena beberapa terakhir disibukkan dengan kegiatan, saya pun jadi punya hutang setoran tulisan. Sebenarnya ada rasa menyerah, sudahlah sepertinya saya tidak mampu untuk melunasi hutang ini, lebih baik saya mundur saja daripada nanti merasa terbebani. Namun hati kecil saya bicara bukannya katanya kamu suka menulis? Kenapa malah mundur? Nanti kapan latihan lagi? Yakin enggak nyesel?  Iya ya. Kenapa saya harus mundur? Ini kan hal yang saya sukai. Lagipula tidak dituntut untuk menulis karya sastra. Cukup menulis apa saja yang ada. Dengan niat kuat dan tekad membara, saya pun berusaha membayar semua hutang yang ada. Tidak perduli benar ataupun salah karena memang tidak ada nilainya, karena menulis adalah suatu hal yang membuat saya bahagia. Seandainya ada dilan di depan saya, saya akan bilang kepadanya. "Dilan, ternyata beratnya rindu tidak seberapa dibandingkan beratnya men...

Bertemu rumah kontrakan baru

Alhamdulillah..drama balada cari kontrakan akhirnya berakhir sudah. Kami berhasil mendapatkan rumah kontrakan yang sesuai dengan keinginan, meskipun ada satu atau dua hal yang tidak sesuai, tetap harus diterima karena memang tidak ada hal yang semuanya begitu sempurna. Alasan kami memilih rumah kontrakan yang baru ini karena masih berada satu lingkungan dengan lingkungan yang lama dan berarti kami tidak perlu waktu untuk beradaptasi. Cuma karena masalah harga sewa yang cukup jauh berbeda dengan rumah sebelumnya, membuat kami harus pandai-pandai mengatur segala pemasukan yang ada. Jujur saja, drama pencarian kontrakan ini cukup membuat pening kepala karena susah sekali menemukan rumah yang cocok dengan yang diinginkan. Hal ini pun juga memberikan pengalaman baru bagi saya, bagaimana tidak? Selama sebelum menikah, saya tidak pernah merasakan yang namanya pindah rumah. Dari sejak lahir sampai besar, saya tumbuh di lingkungan yang sama. Memang selalu ada hikmah ya dari setiap kejadian...

Aliran rasa game level4

Ternyata susah atau bahkan sangat susah saat harus memahami gaya belajar anak. Bagaimana tidak? Saat mamanya sudah menyiapkan gaya belajar secara visual, tapi anaknya malah suka gaya kinestetis. Lalu saat kinestetis yang disiapkan, malah memilih belajar secara auditori. Pusing kepala jadinya. Tapi ya begitulah namanya, terlebih lagi saat yang diajak belajar itu anak balita. Yang lebih banyak bermainnya daripada seriusnya. Namun memnag untuk balita, belajar itu tidak harus selalu serius, karena apapun hal yang ditemui bisa jadi pembelajaran untuk dirinya. Sebenarnya untuk proses memahami gaya belajar anak, bukan hanya anak saja yang diminta belajar tapi sebagai orang tua pun menjadi turut serta belajar agar menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Hal ini pun saya alami saat menemani azlan belajar, meskipun banyak rintangan namun perlahan-lahan bisa dilalui. #aliranrasa #gamelevel4 #gayabelajaranak #tantangan10hari #kuliahbusayiip